Berhati-hatilah ketika kamu membenci

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Sejari kamu membenci, segenggam kamu kehilangan nikmat hidupmu

Sejengkal kamu meraih benci, berlari rasa damai itu darimu

Benci itu perasaan yang timbul dikarenakan ketika seseorang tidak siap untuk menerima sesuatu ketetapan dari Allah,

Benci itu seperti seperti kamu memakan kuku-mu sendiri sampai habislah jari-jarimu karenanya. Sepintas rasa itu seperti kamu kehilangan kuku jarimu lalu tiba-tiba kamu tersadar ketika jari-jarimu juga ikut kamu makan.

Benci itu sangat merugikan, bagimu benci itu tak bermanfaat kecuali akan menambahkan kemarahan yang besar. Ketika kamu membenci sesuatu kamu melakukan tindakan yang bodoh, kamu sering tidak mendengarkan sesuatu yang kamu benci, kamu sering tidak melihat sesuatu yang mungkin penting bagi hidupmu, tadinya kamu ingin membenci sebentar akan tetapi benci itu telah tumbuh menjadi hari-harimu. Semut nan jauh disana bias kamu lihat tapi gajah di pelupuk matamu tidak bias kamu lihat, itu semua karena kamu dikuasai benci .

Dahulu banyak sekali orang saling membenci, sekarang-pun begitu, besok juga akan sama hal-nya kecuali Allah menghendaki lain. Dibalik cerita pendahulumu terdapat sebuah pelajaran benci yang begitu besar manfaatnya bagimu, hal yang telah terjadi dahulu tentu tidak bisa kamu sangkal dan kamu ubah. Namun yang terjadi dahulu mampu memberimu alasan untuk memilih membenci atau tidak membenci.

Lihatlah kesudahan mereka yang telah membenci seorang bernama Ahmad Bin Abdillah yang mereka kemudian tidak mampu membuka telinga mereka sendiri untuk mendengar suatu kebenaran karena kuasa dari benci itu telah menutup gerbang pendengaran mereka.

Lihatlah kesudahan mereka yang telah membenci seorang bernama Isa Almasih yang mereka kemudian tidak mampu membuka mata mereka sendiri untuk melihat suatu kebenaran karena kuasa dari benci itu telah memagari penglihatan mereka.

Kekuasaannya bahkan mampu membentengi pikiran mereka untuk berpikir secara benar, sekalipun sang nabi sudah memohon dengan keringat darah sekalipun, benci itu terus saja merusaknya. Tentunya merekalah nanti yang akan melihat kenyataan pahit dari ketidak kuasaan mereka atas kebencian mereka.

Jika kamu mulai membenci sesuatu maka segeralah mencari alasan untukmu memaafkan mereka dan mensyukuri semua nikmat Allah yang diberikan kepadamu untuk mencintai.

Sungguh baik menurut kamu belum tentu benarnya Allah dan buruk bagimu belum tentu salahnya Allah jika kamu mengetahuinya. Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: