Mengungkap Mistery jin, setan dan manusia Versi 2 complete


Sekilas dari judul diatas anda pasti langsung bisa menangkap apa yang hendak saya ungkap atas izin Allah tentang mitos jin, setan dan manusia.

Betul sekali, jin/setan yang mistis itu adalah mitos bohong, ini adalah pengungkapan terbaru yang saya temukan didalam Al-Quran yang perlu memperoleh ruang bagi pandangan anda terhadap sebuah mitos yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dunia. Beberapa kali saya telah menemukan sumber keterangan dari beberapa buku dan penulis tentang segala macam jin, setan dan manusia. Maksud dari saya membuat tulisan ini adalah untuk mencoba mengungkap sebuah kebenaran dari kitab yang saya anggap penting untuk disampaikan.

Beberapa jawaban yang saya minta dari sebuah pertanyaan “Tolong sebutkan macam-macam jin/setan yang anda ketahui!” adalah kuntilanak, gundruwo, pocong, buta ijo, jenglot, tuyul, sundel bolong, wewe gombel, mummy, drakula dan sebagainya.

Lalu jawaban dari pertanyaan berikutnya “Apakah jin dan setan termasuk hal ghaib?” jawabannya, betul, jin dan setan adalah termasuk hal ghaib.

Pertanyaan berikutnya, “Apakah maksud dari kata ghaib?” jawab, ghaib itu kasat mata contohnya jin, setan.

Pertanyaan berikutnya “Pernahkah anda menemukan sebuah keterangan terpercaya yang menyatakan bahwa contoh keterangan dari jin dan setan yang anda sebutkan didepan adalah 100% benar demikian? Atau anda memiliki kitab yang mengajarkan kepada anda demikian halnya? Jawab, kami belum pernah menemukan keterangan secara jelas tentang wujud jin dan setan berikut contohnya. Kami memperolehnya dari nenek moyang kami dan aliran kepercayaan leluhur.

Begitulah jawaban dari beberapa pertanyaan yang saya lontarkan kepada masyarakat awam yang bukan berasal dari pemuka-pemuka agama ataupun pemimpin agama. Alasannya adalah karena masyarakat awam jumlahnya lebih banyak dari pemuka-pemuka agama ataupun pemimpin agama, jadi kesimpulan akhir dari tulisan ini diharapkan mampu untuk mengingatkan, menyampaikan dan berbagi pengetahuan, sudahkah mayoritas masyarakat sudah paham tentang jin, setan dan manusia berdasarkan hukum yang jelas dan nyata dari Allah. Yang pertama yang akan saya ungkap lepas dari definisi apa itu ghaib adalah, mampukah seorang manusia biasa melihat hal ghaib? Sumber keterangan yang saya temukan pertama adalah didalam Al-Quran surat Al-An’am ayat 59.

59. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”

Dalam ayat diatas dijelaskan sebuah keterangan bahwa segala sesuatu yang ghaib itu hanya Allah yang mampu melihat/mengetahuinya.

Berikutnya ada didalam surat Al- Jin ayat 26-27 :

26. (Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.

27. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.

Satu lagi sebuah surat yang menerangkan sangat jelas sekali bahwa Allah mengetahui yang ghoib tetapi Dia tidak memperlihatkan yang ghoib itu kepada manusia melainkan hanya kepada seorang rosul. Jika ditarik sebuah kesimpulan logika sederhana dari sebuah konsep kebenaran maka akan didapat,

jika : Hanya Allah dan Rosul = bisa melihat hal ghoib,

maka selain Allah dan Rosul dia tidak bisa melihat hal ghoib.

Logika tersebut diatas adalah hasil dari kesimpulan keterangan-keterangan yang sangat jelas dari Al-quran maka patutlah orang-orang yang telah mengatakan mampu melihat hal ghoib itu berpikir 2 kali untuk mengatakan hal tersebut.

Pertanyaan besar pasti muncul dibenak anda yang merasa pernah bertemu dengan hal-hal ghoib menurut versi anda yang anda sebutkan didepan, apakah yang telah saya lihat?

Percaya atau tidak anda telah sering mendengar jawabannya. Bayangan yang sering anda lihat yang anda masukan kedalam definisi ghoib adalah hasil dari imajinasi otak manusia karena sebelumnya anda telah mendengar cerita dari seseorang/anda melihat karya imajinasi seseorang ditelevisi yang kemudian oleh otak anda akan dimasukan sebagai bentuk wujud dari jin/setan yang mengerikan. Otak manusia memang selalu saja menyimpan sebuah materi yang tidak pernah habis contohnya otak mampu membuat seseorang yang kakinya sedang sakit, lari secepat atlit marathon ketika dirinya sedang terancam bahaya/dikejar anjing. Otak manusia juga mampu membuat sugesti terhadap tubuh seseorang kebal terhadap senjata/penyakit. Contoh lain dari pernyataan diatas adalah jenis jin dan setan disuatu negeri berbeda dengan negeri lainnya. Orang indonesia tidak mampu mengguna-gunai orang luar negeri begitupula sebaliknya, karena kurangnya informasi menyebabkan otak manusia untuk lebih percaya bahwa dirinya akan baik-baik saja. Itulah sebabnya kenapa orang beriman jauh dari hal-hal semacam demikian.

Lalu apa itu setan?

Inilah bahasan penting yang hendak saya ungkap yang memungkinkan anda untuk menjawab pada beberapa kesempatan dibulan puasa ada orang yang kesurupan disekolah. Atau adanya bisikan jahat untuk berbuat jahat, mencuri, membunuh, berzina dan lain-lain dibulan puasa yang menurut beberapa keterangan padahal setan sedang dirantai dineraka dan tidak bisa kemana-mana pada bulan itu..

Sebenarnya dari sudut pandang manakah pernyataan tersebut bisa dipandang pas? Kenapa demikian?

Hal ini penting sekali untuk diungkap agar kita bisa mencapai rahasia suatu kebenaran. Dan untuk mencapai hal tersebut terkadang kita harus mampu menyesuaikan sudut pandang kita terhadap sesuatu apakah kalimat diatas termasuk dalam bahasa muhkam(jelas maknanya) atau mutasyabihat(perumpamaan). Untuk bisa menyimpulkannya secara nyata maka sayapun akan mencoba menyampaikan sebuah ayat yang nyata dan keterangan yang jelas tentang jin/setan apakah mereka sebuah sosok wujud fisik /material atau sebuah sosok karakter/imaterial dalam sebuah wadah manusia.

Surat Al-Baqarah ayat 208

208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Dalam keterangan diatas dijelaskan bahwa setan itu adalah musuh yang nyata = real = factual = bisa dilihat = bisa dibuktikan = menempati ruangan = memiliki berat/massa, seperti syarat kondisional agar sebuah benda bisa disebut kedalam definisi ”nyata” didalam ilmu pengetahuan. Jadi jelas sekali bahwa setan itu nyata dan bisa dilihat oleh manusia, berbeda dengan hal ghoib yang hanya bisa dilihat oleh Allah dan rosul.

Berikutnya didalam surat An-Nass ayat 4-6

4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

5. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

6. Dari (golongan) jin dan manusia.

Arti dari keterangan diatas adalah setan ada yang berasal dari golongan jin dan manusia atau bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa dari golongan manusia juga ada yang disebut didalam kitab-kitab Allah sebagai setan. Fakta ini didukung dan mendukung sebuah fakta lain bahwa pada bulan puasa kejahatan akibat bisikan setan masih berjalan. Bahkan kuantitas maupun kualitasnya semakin bertambah seperti kasus pencopetan, pencurian, perampokan, pembunuhan dan lain-lain.

Lalu bagaimana dengan jin?

Berikut keterangan yang sangat jelas dan tidak perlu diartikan lagi dalam surat Al-Fushsilat ayat 29 :

29. Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Rabb kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang Telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jinn dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina”.

Percaya atau tidak musuh para nabi dan rosul dari zaman dahulu adalah sosok yang nyata dan bukan mistis, Muhammad musuhnya orang kafir quraisy dengan pimpinan abu jahal, Isa musuhnya Ahlul kitab(farisi&saduki) dan bangsa romawi dengan rajanya philatus dan herodes, Musa musuhnya adalah fir’aun, Daud musuhnya Goliath dan yang lain-lain lagi mereka semua adalah manusia hanya saja karakter mereka lebih cenderung kepada karakter setan. Apalah bedanya fir’aun dengan para penguasa sekarang yang menindas rakyat? Apakah pada saat ini tidak ada suatu kaum yang hidup yang sama persis dengan kaum nabi lut yang melampaui batas dengan menyukai sesama jenis(homoseksual)? Memang benar waktu itu selalu berganti, tapi karakter-karakter mereka akan terus hidup, begitupula dengan karakter-karakter hamba-hamba Allah yang lurus. Dan ingatlah bahwa pergantian suatu masa itu seperti pergantian malam dan siang. Keduanya selalu berganti dan memiliki ajalnya(batas waktu ex: plus minus 12jam malam dan 12 jam siang) sendiri. Begitulah ketetapan dari Allah didalam kitab yang manusia tidak mampu menolaknya jika masa waktunya sudah habis. Maka bersiaplah untuk digantikan. Semoga manusia mampu membuka diri terhadap suatu kebenaran dengan lapang.

Lalu contoh hal ghoib itu apa? Hari kiamat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: