the Skies and the Earth is never lie


setiap bulir udara yang kamu hirup itu tak pernah mencurangimu,
setiap berkas sinar mentari itu juga tak pernah mengeluhkanmu,
setiap daun yang hijau itupun dengan setianya menjaga kesejukanmu,
laut, iya benar sekali….
laut itupun tak pernah memberimu kecuali ikan dan barang perniagaan untukmu,
gunung itu juga menjaga agar putarannya bumi ini tak melenyapkanmu…

tidakkah kamu melihat?
mereka itu tidak pernah berbohong kepadamu, mereka itu telah ditundukan oleh Tuan-mu sekalian untukmu,
ketika udara itu bersih maka dia akan menyejukan hirupanmu, ketika hutan itu perawan, mentaripun selalu menerangi cantiknya untukmu…

kejujuran mereka itu tak bisa kamu tutup-tutupi…
mereka itu hidup bersamamu dan akan menjadi temanmu…

tahukah kamu bahwa langit dan bumi ini selalu berkata jujur kepadamu?
dapatkah kamu mendengarnya?
dapatkah kamu melihatnya?
dapatkah kamu merasakannya?

karena aku mendengarnya dengan jujur tentang hujan langit itu yang enggan lagi berderai ke sebagian ladang dibumi, bumi itupun jujur berkata padaku “musimku tak lagi berada pada lempitan waktu berjalan yang benar, dan aku terlalu jengkel ketika makhluk itu mengasapi hijauku”

iya, aku juga melihatnya,
langit itu memerah ketika pukul 12 siang tepat, merahnya tak kaulihat namun bisa kau rasakan. Merahnya telah memperlihatkan keringnya sumur-sumur mereka.
laut itu bergemuruh diterpa angin hangat dari timur dan dari barat…
kadang dia juga memperlihatkan betapa tingginya dia jika sudah berdiri membentuk sebuah duyunan gelombang pasang.
rusak dan rusaklah perahu-perahu buatan mereka itu…

inilah kejujuran langit dan bumi…
ekspresi mereka tak bisa membohongimu sekalipun…
senang atau dia sedang marah, kamulah yang bisa melihat, mendengar dan merasakannya… karena Tuan-mu telah memberimu mata, telinga dan tubuh untukmu hidup.

lalu kenapa kamu tidak segera berbuat jujur seperti mereka?
kenapa yang hitam kamu katakan putih?
dan kenapa sekarang putih kamu katakan hitam?
kamu bohong atau kamu dibohongi oleh waktu?
apa kamu melihatnya seperti apa yang aku lihat?
aku melihatnya putih yang kamu katakan adalah abu-abu.
hitam yang kamu katakan adalah abu-abu yang sama.
karena demikian aku melihatnya dan aku mencoba berkata jujur apa yang kulihat
ketika pembunuhan,pencurian, perampokan, penipuan, pemerkosaan dan perang itu telah menjadi sesuatu yang lumrah untuk kamu lihat sekarang ini.
namuan jika aku salah tentang yang kulihat, maka seharusnya kamu ini tidak akan tinggal diam bahwa pembunuhan,pencurian, perampokan, penipuan, pemerkosaan dan perang itu adalah “hitam” yaitu hitam yang kulihat…
jika aku yang salah maka seharusnya aku bisa melihatmu bertindak untuk merubahnya.

ya,

merubahnya… walau nanti akan ada orang yang melihat putih itu sebagai hitam,
tapi yakinlah… Tuan kita Allah tidak pernah meninggalkan orang yang berkata dan berbuat jujur, sejujur langit dan bumi… meskipun yang akan kita tinggalkan adalah sebagian dari dunia yang penuh dengan kesenangan.

namun kesenangan yang abu-abu semata,
bangunlah bersama-ku, bersama dengan langit dan bumi,
jujurlah…
jujur seperti langit dan bumi yang jujur kepadamu dan tak pernah meninggalkanmu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: